Kamis, 21 Juli 2011

Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Latar Belakang Terjadinya Kemerdekaan Republik Indonesia

Pada awal bulan Agustus 1945, Perang Pasifik telah mendekati akhirnya, para tentara sekutu pun berhasil mendesak kedudukan tentara Jepang di seluruh medan peperangan. Ibukota Jepang, Tokyo pun hancur digempur oleh pesawat - pesawat terbang sekutu.

Tanggal 6 Agustus 1945, Amerika berhasil menjatuhkan bom atomnya yang pertama di kota Hirosyima yang kemudian disusul dengan bom atom yang kedua di kota Nagasaki. Bom tersebut menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat yang menyebabkan ratusan ribu penduduk kota tersebut tewas. Tak terhingga berapa jumlah korban yang meninggal di akibatkan oleh bom tersebut, jikalau ada yang hidup pun ditemukan dalam keadaan yang menyedihkan baik karena cacat ataupun luka - luka  karena ledakan bom atom itu.

Jatuhnya kedua bom merupakan pukulan yang sangat menentukan bagi pemerintah Jepang pada saat itu, ditambah lagi dengan kemajuan cepat yang dicapai oleh tentara Inggris di daratan Birma dan pemakluman perang oleh Rusia terhadap Jepang ( tanggal 8 Agustus 1945 ) membuat Jepang semakin tidak berdaya.
Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1945, Pemerintah dan para tentara Jepang pun menyerah kepada sekutu. Dengan menyerahnya Jepang, maka berakhirlah Perang Dunia ke – II yang berlangsung 5 tahun lamanya di daratan Eropa, benua Afrika, Asia dan Lautan Pasifik.

Dan melihat kesempatan ini, para pemimpin dan pemuda pun menggunakanya untuk menggumumkan kemerdekaan Indonesia. Saat menyerahnya tentara Jepang ini merupakan saat yang paling baik untuk melepaskan diri dari rantai penjajajah Belanda yang telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya dan penindasan fasisme Jepang selama 3, 5 tahun demi untuk mewujudkan cita - cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh rakyat Indonesia di masa - masa silam.

Peranan pemuda dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sangatlah menentukan, boleh dikatakan para pemudalah yang mendorong dan mengatur sehingga kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 agustus 1945.

Semula para pemimpin Indonesia tidak menyetujui kalau proklamasi dinyatakan secara tergesa - gesa. Akan tetapi  para pemuda berpandapat lain, mereka yakin bahwa pertengahan Agustus merupakan kesempatan terbaik untuk mengumumkan kemerdekaan bangsa. Jangan sampai Jepang menghadiahkan kemerdekaan kepada kita, dan jangan sekali - kali menunggu kedatangan Tentara Sekutu untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa Indonesia, demikian pendapat para pemuda ketika itu.

Atas dasar desakan para pemuda seperti Chaerul Saleh, Adam Malik, BM Diah, Wikana, Sukarni, Sudiro, dll maka tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 itu Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dan berkat kecerdikan serta keberanian para pemuda, maka berita proklamasi dalam waktu yang singkat telah tersiar merata ke seluruh penjuru tanah air.


Lahirnya Proklamasi Kemerdekaan        

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, dimana proklamasi ini di bacakan oleh Ir. Soekarno atau yang sering disebut Bung Karno dan Drs. Mohammad Hatta atau Bung Hatta selaku wakil - wakil Bangsa Indonesia di Gedung Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Sebuah pidato singkat Bung Karno mengawali pembacaan Proklamasi Kemerdekaan tersebut. Dalam pidato itu diutarakan bahwa peristiwa maha penting itu merupakan hasil mufakat dan musyawarah antara pemimpin pemuda dan rakyat dari seluruh Indonesia. Pada siang hari yang bersejarah itu berkumpul di Gedung Jl. Pegangsaan Timur 56 ratusan tokoh rakyat dan pemuda mengikuti jalannya upacara proklamasi.

Presiden Dan Wakil Presiden

Tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta telah terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama republik Indonesia. Keduanya adalah tokoh - tokoh yang memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Ir. Soekarno adalah pemimpin Indonesia yang sejak mudanya tak lelah untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sejak duduk di bangku sekolah SLA ia sudah menyukai terhadap dunia pergerakan. Seorang pendekar bangsa yang sangat dikaguminya ketika itu ialah H.O.S Tjokroaminoto, pemimpin Sarikat Islam yang sangat ditakuti oleh penjajah Belanda.

Bung Karno lahir pada tahun 1901 dan pada usia 27 tahun ia sudah berkenalan dengan penjara Belanda. Dua kali ia di penjara, dan yang terkhir dihukum 4 tahun oleh Pengadilan Belanda karena dituduh merencanakan pemberontakan di Indonesia. Sebagai pemuda yang dianggap membahayakan Belanda, ia kemudian dibuang ke Flores dan Sumatra Selatan.

Drs. Mohammad Hatta ( Bung Hatta ) sejak mudanya telah menjadi tokoh penggerak mahasiswa Indonesia, terutama mereka yang tinggal diluar negeri. Ketika masih menuntut pelajaran di negeri Belanda, Bung Hatta merupakan salah seorang gembong PI ( Pemuda Indonesia ) organisasi mahasiswa dan pelajar Indonesia di luar negeri yang besar pengaruhnya bagi gerakan kemerdekaan Indonesia.

Bung Hatta dilahirkan pada tahun 1902, ia juga dikenal sebagai penulis dan penganjur gerakan koperasi yang gigih. Dengan koperasi ia yakin dapat memupuk kekuatan ekonomi rakyat, dan akan mampu menumbangkan penjajahan ekonomi bangsa asing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar